Silampukau

Silampukau

Silampukau

Silampukau adalah grup folk asal Surabaya menyanyikan lagu-lagu sederhana mengenai orang-orang sederhana.

Setelah merilis EP Sementara Ini pada tahun 2009 (diliris ulang oleh SUB/SIDE pada tahun 2014), butuh hampir enam tahun bagi Silampukau untuk menghadirkan LP perdana Dosa, Kota, & Kenangan ke hadapan para pendengarnya pada tanggal 19
April 2015. Masa hiatus selama empat tahun sejak 2010 menjadi salah satu kendala yang berarti. Namun, selama masa vakum tersebut, masing-masing personil Silampukau, Kharis Junandharu dan Eki Tresnowening, melampaui proses panjang yang berakibat pada meluasnya dimensi bermusik Silampukau. Hal tersebut bisa dirasakan dari sepuluh komposisi yang kaya di dalam album ini. Dosa, Kota, dan Kenangan menjadi album terbaik tahun 2015 versi Rolling Stone Indonesia dan Majalah Tempo.

Hampir sebagian besar lagu dalam album ini merupakan refleksi kehidupan orang-orang biasa di Surabaya. Mulai dari penjual miras (“Sang Juragan”), bocah kampung (‘Bola Raya”), musisi indie (“Doa 1”), pekerja urban (“Lagu Rantau”), hingga penduduk komuter dan para pelintas jalan raya yang menjalani hidup ulang-alik (“Malam Jatuh di Surabaya”). Seperti sebuah kolase, potongan kisah-kisah kecil
tersebut membentuk sebuah gambaran besar tentang kehidupan sehari-hari di Kota Surabaya.

Keterikatan Silampukau pada kota Surabaya (kota terbesar ke-2 di Indonesia) juga menonjol pada dua lagu lainnya seperti lagu “Bianglala” yang bercerita tentang Taman Hiburan Rakyat dan “Si Pelanggan” yang berkisah tentang lokalisasi yang baru saja ditutup, Dolly. Kedua lagu tersebut menjadi penanda memori kolektif atas sebuah lokasi atau peristiwa yang lekat dalam ingatan warga kota. Tiga lagu lainnya memberikan ruang refleksi bagi sesuatu yang sangat personal, seperti “Aku Duduk Menanti”, “Balada Harian”, dan “Puan Kelana”.

Setelah melakukan promo album di banyak kota di Indonesia, Silampukau menggelar konser tunggal di Teater Kecil, Taman Ismail  Marzuki (Jakarta) pada tanggal 30-31 Maret 2016 dan Gedung Cak Durasim (Surabaya) pada tanggal 18 Agustus 2016.