Perempuan Berkalung Sorban di Mata Mahasiswa Film

Perempuan Berkalung Sorban di Mata Mahasiswa Film

Para mahasiswa dari Jogja Film Academy hadir dalam Bioskop Sastra yang menayangkan Perempuan Berkalung Sorban di ruang Umar Kayam, Benteng Vredeburg, Yogyakarta (29/9/2019).

Ferhan Ahmad Yusuf, salah seorang mahasiswa mengaku menikmati film yang diputar sore itu.

“Filmnya bagus, menceritakan tentang agama dan budaya yang saling bersangkutan dengan kental,” ujarnya.

Lewat film ini juga, yang diangkat dari novel karya Abidah El-Khalieqy, Ferhan mengetahui tentang berbagai aturan dalam Islam yang ditujukan ke perempuan. Ferhan merasa apa yang dilakukan Revalina S. Temat sebagai Anissa menyatakan bahwa perempuan bisa hidup dengan baik tanpa bergantung pada laki-laki.

Adinda, salah seorang mahasiswa, merasa film Perempuan Berkalung Sorban banyak memberikan dampak emosi kepada dirinya. Saat Khudori yang diperankan oleh Oka Antara mengalami kecelakaan misalnya, ia merasa sedih dan terharu. Menurutnya, cerita dalam film tersebut disusun dengan rapi.

Adinda juga menyatakan ketidaksetujuannya pada narasi-narasi yang ada di dalam film, seperti penentangan orang-orang ketika perempuan ingin berpendidikan tinggi.

“Soalnya pendidikan itu kan sudah hak kita dan juga ada di dalam undang-undang,” kata Adinda.

Bioskop Sastra sendiri adalah satu mata acara dalam rangkaian acara puncak  Joglitfest 2019. Film-film yang diputar, seperti Perempuan Berkalung Sorban dan Sang Penari, adalah film-film yang diangkat dari karya sastra. Besok (Senin, 30/9/2019), di tempat yang sama, film garapan Ifa Isfansyah yang diangkat dari karya Ahmad Tohari, Ronggeng DUkuh Paruk, akan diputar di tempat yang sama.