Panggung Penutupan Joglitfest 2019

Panggung Penutupan Joglitfest 2019

Panggung Penutupan Festival Sastra Yogyakarta (Joglitfest) 2019 digelar dengan pembacaan puisi oleh para sastrawan dan pementasan musik (30/9). Bustan Basir Maras mendapatkan kesempatan pertama membacakan puisinya.

Puisi yang dibacakan Maras, berjudul Di Teras Malam, tidak diambil dari buku kumpulan karya peserta Gregah: Kumpulan Puisi dan Geguritan Joglitfest 2019.

Setelah itu, tiga sastrawan lain bergantian membaca puisi. Muhammad Yasir tampil dengan membacakan puisi berjudul Kebimbangan dan Kepada Mahmoud Darwish. Selanjutnya, Wida Waridah dan Irmansyah tampil menutup sesi pembacaan sastra.

Tak lama berselang, Kota dan Ingatan tampil dengan lima lagu. Salah satu lagu yang berjudul Alur merupakan respons atas aksi represifitas aparat yang sampai hari ini masih terjadi.

Selain itu, band rock asal Yogyakarta ini mendukung aksi penolakan RUU bermasalah yang dilakukan oleh elemen sipil seperti mahasiswa.

“Kami mendukung aksi-aksi tersebut dan barangkali sebagian orang di area ini adalah salah satunya,” ucap Aditya Prasanda, vokalis Kota dan Ingatan.

Seremonial penutupan Joglitfest digelar saat Kota dan Ingatan turun panggung. Beberapa panitia, tim ahli dan tim kurator naik ke atas panggung.

“Di acara penutupan ini, kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah memberikan kontribusi banyak hal untuk suksesnya acara ini,” ucap Rully Andriadi, ketua 3 Joglitfest 2019.

Beragam rangkaian acara Joglistfest 2019 telah dilakukan sejak 20 Agustus 2019 dan berakhir pada malam 30 September 2019.

“Tentu yang pertama kami ucapkan kepada Kementerian Pendidikan dan Kebdayaan, kemudiaan Museum Vredeburg. Terima kasih kepada kawan-kawan kurator, tim ahli, Indonesiana, dan apresiasi kepada sastrawan dari luar Yogyakarta dan seluruh peserta yang hadir,” papar Rully.

Bagi Rully, perhelatan Joglitfest 2019 masih jauh dari sempurna dan banyak hal yang kurang.

“Selanjutnya kita akan perbaiki,” kata Rully.

Terakhir, mewakili panitia, Rully berharap berjumpa lagi dalam festival sastra pada tahun 2020.

“Dengan mengucapkan alhamdulillah, Festival Sastra Yogyakarta 2019 dinyatakan ditutup dan selesai. Sampai Jumpa di festival sastra 2020,” pungkasnya.

Acara ditutup dengan penampilan Kopi Basi dengan beberapa lagu andalannya. Lagu Anak, Tempe Satu, dan Bapak mewarnai penutupan acara Joglitfest 2019.