MIWF Tumbuh Bersama Pemirsanya

MIWF Tumbuh Bersama Pemirsanya

“Festival pertama tahun 2011 itu nekat dan banyak sekali kesalahan. Tapi, kesalahan diperlukan agar bisa belajar bagi tahun-tahun selanjutnya,” ujar Aan Mansyur dalam Diskusi Festival Sastra di Indonesia di Benteng Vredeburg (27/9/2019).

Acara dan pembicara dalam Makassar International Writers Festival (MIWF) disusun oleh tim kurator. Sejak tahun pertama, kurator telah memiliki beban yang berat untuk menurunkan tema menjadi kegiatan-kegiatan. Pola acara untuk MIWF baru ditemukan pada tahun ketiga. Kurator akan mulai bekerja untuk festival sembilan bulan sebelum acara dan selesai dua bulan sebelum acara.

Selain tema khusus tiap tahun yang diaplikasikan dalam rangkaian acara, MIWF juga konsisten untuk menghindari dana dari lembaga pemerintahan.

“MIWF itu kita bayangkan suatu festival yang kekuatan utamanya adalah warga masyarakatnya,” jelas Aan. Hal itulah yang membuat MIWF pada beberapa tahun ini tidak bekerja sama dengan lembaga pemerintah.

MIWF dalam sejarahnya juga tidak mencari sponsor utama. Dana untuk kegiatan didapatkan dari warga dan mereka bebas memilih untuk mensponsori bagian acara mana pun. Bahkan, ada pensponsor hanya mampu menyewa satu kamar hotel untuk pengisi acara.

Sejak awal, MIWF direncanakan untuk berumur panjang dan mampu memberikan dampak pada 10 tahun ke depan. Karena itu, audience yang diincar adalah orang tua yang sudah punya anak dan remaja. Sebab, panitia ingin festival ini bertumbuh bersama audiensnya. “Kami ingin anak-anak punya kenangan yang dekat dengan seni dan sastra,” ujar Aan.

Sementara itu, dalam praktiknya, dilibatkan para volunteer. Para volunteer tidak dibayar, tetapi mereka benar-benar mendapatkan ilmu yang mereka cari.

“Kami mengundang pakar untuk mengajari para volunteer. Kalau mereka mau belajar videografi, fotografi, atau hospitality, mereka akan dilatih langsung oleh ahlinya,” jelas Aan.

Karena itulah, Joko Pinurbo sebagai salah satu pengisi acara di MIWF 2019 mengaku sangat puas dengan pelayanan panitia. Manurut Aan, perlakuan tamu yang baik adalah cara untuk mempromosikan MIWF sendiri. Sebab, jika pelayan baik, pembicara yang puas akan membicarakannya ke orang lain dan memberikan citra positif bagi MIWF.