Mereka yang Membaca Puisi pada Waktu Senja

Mereka yang Membaca Puisi pada Waktu Senja

Mengayun Kayu hadir di main event Festival Sastra Yogyakarta (Joglitfest) 2019, Senin (30/9/2019). Musisi independen Yogyakarta ini menjadi pembuka di “Pertunjukan Sastra Sore” di Panggung Kirdjomuljo, area Museum Benteng Vredeburg.

Mengayun Kayu alias Ayu Saraswati bermain sendiri di atas panggung warna hitam. Ia memainkan pianonya seakan sinar senja terpusat kepadanya. Lirik-liriknya sendu, tetapi mengajak pendengar menuju kegelapan masa depan.

Setelah Ayu Saraswati tampil di panggung yang memiliki tinggi sekitar satu meter itu, dilanjutkan Olive Hateem. Mahasiswi filsafat UGM ini membaca puisi di atas panggung kecil, di bawah depan panggung utama. Ia membaca puisi karya Sylvia Plath yang berjudul “Daddy”.

You do not do, you do not do
Any more, black shoe
In which I have lived like a foot
For thirty years, poor and white,
Barely daring to breathe or Achoo.

Olive membaca puisi bahasa Inggris karena porsi bacaan bahasa Inggris-nya lebih banyak dibandingkan bahasa Indonesia. Lalu, dilanjutkan oleh Ratih Farah Maudina dan Umar Haen.

Tidak berhenti di situ, senja tidak saja menemani para pengunjung Joglitfest, tetapi ia disebut oleh Vika Aditya dalam satu puisi panjang yang berjudul Kepada Kamu.

Aku tak pernah paham, kenapa kau begitu menyukai senja. Senja yang kemerahan, cantik memang. Pun yang pucat jingga, namun kau tetap menyukainya. Aku pernah menanyakan padamu, apa yang membuatmu begitu suka memandangi senja.

Cuplikan puisi di atas termuat di buku antologi puisi Catatan Para Perawat Ingatan (2018) bersama penyair Yogyakarta lainnya.

Selain itu, ada pula Anisa Hertami yang membacakan beberapa puisi, lalu diakhiri oleh Rupagangga. Rupagangga membacakan puisi diiringi piano dan gitar. Dua alat musik itu ia mainkan sendiri.