Ketika Siswa Memvisualkan Sastra Lewat Gerak Pantomim

Ketika Siswa Memvisualkan Sastra Lewat Gerak Pantomim

Sabtu sore (28/9/2019), para pengunjung Jalan Malioboro, Titik 0 KM Yogyakarta, dan Museum Benteng Vredeburg mengalihkan perhatian mereka kepada sekumpulan anak yang berpakaian hitam putih dan mengenakan topi warna-warni.

Wajah anak-anak itu dipoles riasan putih polos. Tidak sepatah pun mereka berkata, hanya mimik dan gerak tubuh dijadikan bahasa. Mereka sedang mementaskan flashmob pantomim bertajuk Pelajaran Mengarang.

Anak-anak tersebut berasal dari Rumah Pantomim Yogyakarta dan SD Muhammadiyah Kleco. Mereka diundang untuk unjuk kebolehan dalam rangkaian kegiatan Joglitfest 2019, di mana sastra berusaha dihadirkan di ruang-ruang publik.

Pertunjukan itu sendiri berlangsung sejak pukul 15.30 hingga 17.00 WIB, dan memperoleh tepuk tangan meriah dari penonton.

“Penampilan kami tadi merupakan hasil interpretasi karya sastra, dalam bentuk flashmob bertema Pelajaran Mengarang. Ceritanya, anak-anak masuk sekolah, lantas belajar menulis dan mengarang,” ungkap Jamal, pelatih pantomim anak-anak tersebut.

Jama mengakui bahwa sudah menjadi hal klise ketika puisi atau karya sastra lainnya sekadar dibawakan dengan cara dibacakan. Yang dilakukan oleh Joglitfest, baginya, merupakan hal menarik lantaran telah berusaha mendekatkan generasi milenial kepada sastra melalui cara-cara kreatif, salah satunya lewat seni pantomim.

“Keterlibatan kami bermula ketika Paksi Raras Alit menghubungi saya, yang sudah agak lama, agar kami menginterpretasikan sastra atau puisi dengan cara berpantomim. Saya jelaskan kepadanya bahwa kami telah memiliki interpretasi atas puisi. Memang, telah ada puisi yang sebelumnya kami alihwahanakan ke dalam seni tersebut. Kami berikan video yang berisi aktivitas latihan memvisualkan puisi ke dalam gerak-gerak pantomim,” tutur pria yang telah lama bergelut di dunia pantomim itu.

Jamal mengakui bahwa keterlibatan mereka dalam Joglitfest 2019 membawa kebanggaan tersendiri.

“Kami sangat bangga karena bisa melibatkan anak-anak dalam perhelatan ini. Tak hanya itu, pihak sekolah pun kian senang karena anak-anak didiknya diberi ruang untuk mengapresiasi dan berkreasi. Semoga Joglitfest tahun depan makin sukses!” pungkas Jamal. (Ilham)