Ketika Sastrawan Membacakan Karyanya Sendiri

Ketika Sastrawan Membacakan Karyanya Sendiri

Peserta aktif mulai berdatangan. Semakin dekat waktu acara, para peserta semakin banyak mengisi kursi-kursi kosong. Dengan rapi, mereka mengisi daftar hadir, lalu menerima dua buku antologi bersama dari panitia. Satu buku antologi puisi, satunya lagi buku antologi cerita pendek.

Setelah menerima buku, peserta memasuki Gedung F, lalu mereka menyantap makan malam yang sudah disediakan oleh panitia Joglisfest 2019. Sabtu malam (28/9/2019), hari kedua Festival Sastra Yogyakarta (Joglitfest) 2019, pukul 19.00—21.00 WIB, di Gedung F, Benteng Vredeburg, itu para penulis didaulat untuk membacakan karya masing-masing.

Nama kegiatan itu adalah “Sastrawan Membaca”. MC mengatakan bahwa ia jarang melihat sastrawan membacakan karyanya sendiri di depan publik. Kali ini, para sastrawan itu membacakan karya mereka masing-masing. Acara dibuka oleh grup musik Jejak Imaji yang menampilkan “puisikalisasi”. Peserta yang hadir di ruang Gedung F hening, memperhatikan suara dua vokalis kelompok tersebut.

Lalu, satu per satu para sastrawan membacakan karya mereka. Berturut-turut tampil Emy Suy dengan puisi “Penjahit Luka”, Ki Sudadi, Matdon, Elma dengan puisi “mengarsip halaman”, Ganjar Sudibyo dengan puisi “Manchuria Rumah Tangga Saudara Tua”, Seruni Unie, Sugito HA ES, dan Puji Pistol.

Selain dari dalam negeri, ada pula penulis dari luar yang membaca, yaitu Daniel Owen dari Amerika Serikat dan Rustum Kozain dari Afrika Selatan.