Irwan Segara: Dari Hal-hal Sederhana

Irwan Segara: Dari Hal-hal Sederhana

Irwan Segara memasang senyum, lalu menyapa para siswa peserta Bincang Sastra Milenial Joglitfest 2019 yang bertempat di musala Madrasah Tsanawiyah Negeri 9 Bantul.

“Saya merasa beruntung dipertemukan dengan kalian di sini untuk membincangkan sastra. Mengapa? Karena bagi saya, kalian adalah generasi beruntung, dan keberuntungan itu berbalik dengan generasi kami,” kata Irwan.

Pria kelahiran Malingping, Banten, itu melanjutkan, “Saat itu teknologi belum sepesat sekarang. Yang dikatakan Alfian Dippahatang memang benar, ada media surat yang kami pergunakan karena ketika itu teknolgi belum sefamiliar sekarang ini. Kini, semua anak tergantung pada teknologi.”

Acara yang berlangsung hari Sabtu (28/9/2019) sejak pukul 08.30 hingga 12.30 WIB itu membincangkan keberadaan ruang internet atau media sosial yang tidak membatasi wadah para generasi milenial dalam menulis karya sastra. Atau singkatnya, bagaimana kemudian teknologi didayagunakan sebagai jalan bagi generasi tersebut untuk berkarya.

Keempat pembicara yang dihadirkan, yakni Alfian Dippahatang, Ida Fitri, Mustafa Ismail, dan Irwan Segara sendiri, hampir sama-sama memusatkan pembahasan pada perkara tersebut.

Irwan Segara, penulis buku puisi Perjalanan Menuju Mars (Gambang, 2018) itu, yang hadir dengan kemeja berwarna biru tua, lantas mengajak para siswa agar mulai memanfaatkan teknologi untuk menulis hal-hal sederhana saja terlebih dahulu.

“Mari kita dayagunakan fasilitas berupa teknologi yang kita miliki untuk mengembangkan diri. Akses generasi milenial untuk menulis kini sangat dimudahkan. Dan saya tekankan, mulailah aktivitas menulis dengan mengamati hal-hal sederhana di sekitar kalian. Rasakanlah apa yang terjadi, dan kemudian perlahan-lahan, kalian akan jatuh cinta kepada menulis,” pungkas lelaki yang kini bertempat tinggal di Sleman tersebut. (Ilham)