Bioskop: Sarana Mendekatkan Sastra dengan Masyarakat

Bioskop: Sarana Mendekatkan Sastra dengan Masyarakat

Pulang Tanpa Alamat, Rong, Pentas Terakhir, dan Sebelum Serangan Fajar merupakan film pendek yang menjadi sajian dalam acara Bioskop Sastra yang diselenggarakan oleh Joglitfest 2019 pada Minggu (29/9/2019) di area Museum Benteng Vredeburg.

Keempat film itu adalah produksi yang didanai oleh Dinas Kebudayaan yang mengangkat lokalitas Yogyakarta.

Pemutaran film disaksikan oleh penonton umum dalam suasana gelap dan senyap, yang sengaja dikondisikan demikian agar penonton dapat menikmati film dengan hikmat.

Film pendek yang berjudul Pulang Tanpa Alamat menjadi pembuka, diteruskan oleh film pendek Pentas Terakhir yang menceritakan pembantaian orang Lekra. Film keduaini bercerita tentang penangkapan seorang orang tua (Bapak) dan anak yang menjadi tersangka anggota Lekra. Cerita diakhiri dengan pementasan ketoprak di dalam penjara sebelum nyawa mereka, kecuali si anak, melayang keesokannya.

Rong merupakan film ketiga yang diputar, menceritakan perempuan yang menangis pada hari pernikahannya karena mengalami gejolak batin. Permasalahan yang dihadapi perempuan itu ialah karena tidak perawan lagi. Ditambah lagi, pihak orang tua si pengantin lelaki meminta menantu yang perawan, yang menandakan kehormatan bagi keluarga dan agama si pengantin laki-laki.

Sebelum Serangan Fajar menjadi film terakhir di pemutaran film sesi pertama. Film ini bercerita tentang pasukan Indonesia  yang menyerang belanda besar-besaran dan berpusat di kota Yogyakarta.

“Dari awal kami mempersiapkan secara maksimal. Dengan menyebarkan undangan dan besok bakal ada diskusi film,” kata Tri Wahyudi selaku penanggung jawab Bioskop Sastra. “Film menjadi begitu penting karena bagaimanapun film saran mendekatkan sastra dengan masyarakat. Tayangan film sekarang ini, untuk mengenalkan sastra dengan wajah lain atau dialih wahanakan ke audio visual dan sama-sama menyasar bangsa yang menjadi penggemarnya.” (Achmad Sudiyono Efendi)