Bersantai Ria di Pemanggungan dan Pembacaan Sastra

Bersantai Ria di Pemanggungan dan Pembacaan Sastra

Pemanggungan dan Pembacaan Sastra sesi sore Sabtu (29/9/2019) diisi beberapa kelompok kesenian dan penyair.

Kelompok kesenian yang turun andil tersebut ialah kelompok musik Nankinun, Teater Eska, dan anak-anak murid dari sekolah Evi Idawati.

Sedangkan penyair yang ambil bagian sore itu di antaranya Nur Wahida Idris, Aly D. Musyrifa, Kedung D. Romasha, Raymon Lemosol, Dedy Tri Riyadi, dan Jeli Manalu.

Acara tersebut, yang berlangsung di Panggung Kirdjomuljo, Benteng Vredeburg, diisi dengan menyanyikan lagu puisi dan pembacaan puisi.

Acara yang diselenggrakan Joglitfest ini berjalan dengan santai sambil menikmati senja yang jatuh di rerumputan Benteng Vredeburg. Berbagai puisi tampil dengan penuh penghayatan dari penampil. Selain itu, pengunjung atau penonton yang menikmati sajian sore ini diperkenankan pula untuk tampil membacakan puisi.

Pemanggungan dan pembacaan karya sastra itu pun dapat respons baik dari penampil. Seperti halnya Afrizal, pemain keyboard dari Nankinun.

“Acara ini menarik. Festival sastra di Jogja diadakan di pusat kota dan ada di situs bersejarah seperti ini (Benteng Vredeburg),” ucapnya.

Selain itu, Afrizal juga berharap ke depannya bisa diadain tiap tahun untuk ada kesadaran literasi. Terutama bagi anak SD dan SMP yang datang ke sini untuk mengikuti rangkain kegiatan Joglitfest ini.

Hal senada juga disampaikan Kurniawan dari Teater Eska UIN Sunan Kalijaga. Menurutnya, acara ini menarik, seperti di desain panggung yang keren tidak kelihatan formal, santai.

“Saya kira acara ini panggungnya sangat formal, tapi itu salah, dan acara ini malah santai.”

Kurniawan turun menyampaikan apresiasi yang baik kegiatan Joglitfes. Baginya, kegiatan ini bagus dan menyebar ke tempat-tempat lain.

“Harapan adanya Joglitfest ini tidak hanya sekadar bikin acara. Kalau memang ini festival sastra, ya, harus mampu menjaring teman-teman yang terjun di dunia sastra,” ucapnya.

Setelah kegiatan tersebut selesai, Tadarus Naskah Kuno yang ditembangkan mahasiswa jurusan Sastra Jawa Universitas Gajad Mada (UGM) memungkasi kegitan sore itu. (Achmad Sudiyono Efendi)