Agus Noor: Ide Bisa Datang dari Mana Saja

Agus Noor: Ide Bisa Datang dari Mana Saja

Pertanyaan yang paling sering diajukan peserta dalam kepada pembicara dalam kelas menulis biasanya adalah “Dapat ide menulis dari mana?”

Pertanyaan itu kembali terdengar dalam Workshop Penulisan Cerpen bersama Agus Noor di Ruang Umar Kayam, Benteng Vredeburg, Yogyakarta (27/9/2019).

Bagi Agus, ide cerita bisa datang dari mana saja. Kuncinya adalah penulis mau membuka indera mereka selebar-lebarnya untuk terus menerima dinamika kehidupan sekitar.

“Ide bisa datang dari apa yang kita lihat, dengar, rasakan, alami. Kalau saya, ide bisa datang ketika menonton berita,” ujar Agus.

Teori tiga kata, yakni membangun cerita berdasarkan satu kata sebagai titik poin dan dua kata lain untuk membangun cerita, adalah cara yang digunakan untuk mewujudkan ide yang sudah muncul menjadi cerita utuh.

Agus kemudian menawari pembaca untuk membangun cerita dari kata “pisau” sebagai titik berangkat dan “bulan” serta “kuburan” sebagai pendamping.

Fahrudin, seorang guru yang hadir dalam workshop itu, kemudian membuat cerita tentang pisau yang dikubur bersama penjahat. Setiap muncul bulan, pisau itu akan kesakitan. Karena itu, sang pisau ingin sekali keluar dari dalam tanah untuk membelah, melukai, dan menghancurkan bulan agar tidak muncul lagi.

“Intinya, cari kata yang membuat Anda mengimajinasikan tentang sesuatu yang jauh. Lalu, cobalah berpikir dengan berbeda. Aktifkan indera untuk menyerap situasi yang ada di sekitar,” saran Agus.