Ada Bursa Naskah di Pasar Sastra

Ada Bursa Naskah di Pasar Sastra

Di sepanjang selasar utara Benteng Vredeburg, ada Pasar Sastra yang berlangsung sejak hari pertama Joglitfest 2019, Jumat (27/9/2019) hingga Senin (30/9/2019).

Banyak penerbit, baik mayor maupun indie, yang bergabung memasarkan buku-buku mereka dalam kegiatan itu. Ada buku-buku umum, tetapi lebih banyak buku-buku sastra. Pasar ini pada dasarnya tak jauh beda dari pameran buku lainnya. Hanya saja, yang membuatnya tampak berbeda ialah adanya Bursa Naskah. Bursa naskah bertujuan mempetemukan penulis dengan penerbit.

Di samping meja pusat informasi Joglitfest dan marchandise, terpacak rak besi berwarna merah. Rak itulah yang menjadi tempat Bursa Naskah. Di sana terpajang  naskah milik penulis yang diundang di Joglitfest 2019. Naskah-naskah di Bursa Naskah ini terdiri dari kumpulan puisi, kumpulan cerpen, novel, dan novel berbahasa Jawa.

Sekira sembilan penulis menitipkan karyanya. Ada naskah novel berjudul Rolling: Ketika Pelabuhanmu Terhempas Ombak karya pengarang cerita populer Mini GK; dua naskah puisi Alfrida V.P. Yamanop, perempuan sastrawan Papua dan akademisi di Universitas Cendrawasih, yaitu Metamorfosis: Ketika Daun yang Jatuh Itu Ikhlas dan Metamorfosis: Ketika Merah Itu Marah; kumpulan puisi penyair perempuan Emi Suy berjudul Api Sunyi: kumpulan puisi Konawe, Pintu yang Terbuka karya Syaifuddin Gani, penyair asal Mandar; kumpulan cerita roman berbahasa Jawa Sapaejagong Klawan Angin dan kumpulan bacaan anak Sithik Endhing karya Zuly Kristanto, penulis kelahiran Tulungagung; dan beberapa karya penulis lainnya seperti Wika G. Wulandari, Kristin Fourina, dan Ardini Pangastuti Bn,.

Semua naskah tersebut hanya boleh dibaca di tempat. Namun, jika Anda agen penerbit, Anda bisa melangsungkan penawaran dengan penulisnya.

Hanya saja, kata Arif Abdul Rachim, yang mengelola pasar sastra, belum ada satu pun penawaran datang ke panitia.

“Kurang tahu kalau ke penulisnya langsung. Pernah satu penerbit menanyakan bursa naskah, lalu saya tunjukkan tempat itu,” ucapnya. (Rachman Habib)